Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi bintang kelas. Tetapi,
harapan ini tak jarang membuat orangtua selalu menuntut anaknya untuk
terus belajar sehingga tanpa disadari anak menjadi tertekan.
Studi
terbaru menunjukkan, sangat penting bagi orangtua untuk memiliki sikap
yang baik dan positif ketika menyuruh anak-anak mereka menyelesaikan
pekerjaan rumah (PR).
Para peneliti mengatakan, anak-anak akan
memiliki motivasi untuk mengerjakan PR jika orangtua menunjukkan sikap
yang positif, mendukung dan menekankan nilai pembelajaran, daripada
hanya berfokus pada penyelesaian tugas atau mendapatkan nilai yang
bagus.
Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan oleh para
peneliti di Ben-Gurion University of the Negev, Israel, terhadap 135
anak kelas empat dan para orangtua.
"Orangtua dapat memperbaiki
kompetensi dengan membiarkan anak-anak mengerjakan sendiri tugas mereka.
Selain juga dengan memberikan sinyal kepada anak bahwa mereka sangat
disayangi dan dikagumi, tidak peduli seberapa sukses ia dalam pelajaran
Matematika atau Bahasa," kata Dr Idit Katz dan rekan dalam laporan
terbaru jurnal Learning and Individual Differences.
Katz
menambahkan, orangtua harus memahami lebih dahulu motivasi, sikap, dan
kompetensi mereka sebelum mencoba untuk mengubah kebiasaan anak dalam
mengerjakan PR.
"Sedikit penelitian formal telah dilakukan
mengenai pengaruh lingkungan rumah ketika anak mengerjakan PR.
Lingkungan rumah sama pentingnya dalam memberikan motivasi positif bagi
anak sekolah," tambahnya.
Sumber : Kompas.com
Rabu, 11 Juli 2012
Rabu, 28 Maret 2012
Menulis, Pengaruhi Mutu dan Kesejahteraan Guru
Kebiasaan menulis artikel oleh guru sangat membantu guru meningkatkan
mutu pengajaran. Lantas apa yang dapat diperbuat para guru dalam
memperbayak jam terbang mereka dalam hal menulis artikel? Berikut
wawancara wartawan Sumut Pos, Rahmat Sazaly Munthe dengan Ketua Dewan
Pendidikan Medan, Mutsyuhito Solin.
Apa kiat guru agar mampu menulis?
Mutu guru tak hanya didapat lewat buku pelajaran, tapi juga bisa mengambil contoh aktual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terbiasa menulis artikel, mutu guru semakin terasah. Siswa juga akhirnya diuntungkan dengan mutu pengajarnya.
Peningkatan mutu guru tak hanya tergantung pada pendidikan formal. Pengetahuan tentang kehidupan sehari-hari menjadi tambahan bagi guru di kelas.
Menulis di media massa merupakan satu pilihan bagus. Walaupun penulisan artikel di media massa merupakan satu syarat kenaikan tingkat bagi pegawai negeri, guru tetap harus selalu menulis untuk meningkatkan mutu pribadi, siswa juga masyarakat.
Bagaimana menumbuhkan minat untuk menulis?
Coba menulis di media massa contohnya, jika tulisan kita dimunculkan, biasanya itu menjadi satu motivasi untuk terus menulis. Guru juga harus memiliki minat dan kemauan besar untuk menjadi pendidik masyarakat. Dengan menulis artikel, guru turut melaksanakan tiga fungsi media massa, yakni sebagai pendidik, pemberi informasi dan pelaku kontrol sosial.
Selain niat dan kemauan, guru harus memiliki referensi dan pengetahuan untuk menunjang mutu tulisan. Hal ini untuk mempertanggungjawabkan dan memperkaya tulisan.
Apakah penulisan artikel penting bagi guru?
Artikel adalah pergulatan pemikiran seseorang atas apa yang berkembang di masyarakat. Isinya berupa pendapat, gagasan, pemikiran dan fakta. Jadi untuk mendukung penulisan suatu artikel, guru juga harus peka terhadap permasalahan di sekitarnya. Guru akan semakin kritis.
Menulis artikel juga bisa membantu saat mengajar. Guru bisa dengan leluasa menggabungkan fenomena di masyarakat dengan mata pelajaran yang ia ampu. Sebaliknya, guru juga bisa memaparkan sisi positif bahan pelajaran kepada pembaca di media massa.
Apakah dengan menulis kita bisa mengelola kelas dengan baik?
Proses belajar-mengajar di sekolah kerap membosankan dan tak menyenangkan karena guru yang terlalu dominan di ruang kelas. Siswa tak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa. Dengan menulis, guru akan semakin banyak membaca dan tentunya wawasan akan semakin luas pula. Dengan begitu mereka sudah pasti akan bisa mengelola kelas dengan
Apa penyebab guru tak mampu mengelola kelas dengan baik?
Profesionalisme atau kompetensi guru umumnya masih rendah karena guru kurang mendapat pelatihan. Dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang baru dibentuk di bawah Kemendiknas, pengembangan profesi berkelanjutan guru akan dijamin. Selain itu, juga dijamin perlindungan kepada guru. Badan ini juga akan mengevaluasi apakah delapan standar pendidikan nasional itu sudah terpenuhi.
Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghargai keprofesionalitasan guru?
Kesejahteraan guru bisa dikatakan semakin membaik meski belum merata. Di satu sisi itu penting. Tapi, kunci untuk memperbaiki mutu layanan pendidikan, datang dari guru yang profesional. Jika mereka telah professional maka tunjangan juga akan turun dari pemerintah.
Pelatihan untuk pengembangan kapasitas guru agar mampu mengembangkan metode pembelajaran yang memacu siswa menjadi kritis, kreatif, aktif, dan inovatif sangat terbatas. Pelatihan pemerintah memang masih kurang sesuai dengan kebutuhan guru. Guru sangat butuh diajar bagaimana memotivasi diri sehingga selalu bergairah bekerja. (*)
Sumber : http://www.hariansumutpos.com
Apa kiat guru agar mampu menulis?
Mutu guru tak hanya didapat lewat buku pelajaran, tapi juga bisa mengambil contoh aktual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terbiasa menulis artikel, mutu guru semakin terasah. Siswa juga akhirnya diuntungkan dengan mutu pengajarnya.
Peningkatan mutu guru tak hanya tergantung pada pendidikan formal. Pengetahuan tentang kehidupan sehari-hari menjadi tambahan bagi guru di kelas.
Menulis di media massa merupakan satu pilihan bagus. Walaupun penulisan artikel di media massa merupakan satu syarat kenaikan tingkat bagi pegawai negeri, guru tetap harus selalu menulis untuk meningkatkan mutu pribadi, siswa juga masyarakat.
Bagaimana menumbuhkan minat untuk menulis?
Coba menulis di media massa contohnya, jika tulisan kita dimunculkan, biasanya itu menjadi satu motivasi untuk terus menulis. Guru juga harus memiliki minat dan kemauan besar untuk menjadi pendidik masyarakat. Dengan menulis artikel, guru turut melaksanakan tiga fungsi media massa, yakni sebagai pendidik, pemberi informasi dan pelaku kontrol sosial.
Selain niat dan kemauan, guru harus memiliki referensi dan pengetahuan untuk menunjang mutu tulisan. Hal ini untuk mempertanggungjawabkan dan memperkaya tulisan.
Apakah penulisan artikel penting bagi guru?
Artikel adalah pergulatan pemikiran seseorang atas apa yang berkembang di masyarakat. Isinya berupa pendapat, gagasan, pemikiran dan fakta. Jadi untuk mendukung penulisan suatu artikel, guru juga harus peka terhadap permasalahan di sekitarnya. Guru akan semakin kritis.
Menulis artikel juga bisa membantu saat mengajar. Guru bisa dengan leluasa menggabungkan fenomena di masyarakat dengan mata pelajaran yang ia ampu. Sebaliknya, guru juga bisa memaparkan sisi positif bahan pelajaran kepada pembaca di media massa.
Apakah dengan menulis kita bisa mengelola kelas dengan baik?
Proses belajar-mengajar di sekolah kerap membosankan dan tak menyenangkan karena guru yang terlalu dominan di ruang kelas. Siswa tak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa. Dengan menulis, guru akan semakin banyak membaca dan tentunya wawasan akan semakin luas pula. Dengan begitu mereka sudah pasti akan bisa mengelola kelas dengan
Apa penyebab guru tak mampu mengelola kelas dengan baik?
Profesionalisme atau kompetensi guru umumnya masih rendah karena guru kurang mendapat pelatihan. Dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang baru dibentuk di bawah Kemendiknas, pengembangan profesi berkelanjutan guru akan dijamin. Selain itu, juga dijamin perlindungan kepada guru. Badan ini juga akan mengevaluasi apakah delapan standar pendidikan nasional itu sudah terpenuhi.
Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghargai keprofesionalitasan guru?
Kesejahteraan guru bisa dikatakan semakin membaik meski belum merata. Di satu sisi itu penting. Tapi, kunci untuk memperbaiki mutu layanan pendidikan, datang dari guru yang profesional. Jika mereka telah professional maka tunjangan juga akan turun dari pemerintah.
Pelatihan untuk pengembangan kapasitas guru agar mampu mengembangkan metode pembelajaran yang memacu siswa menjadi kritis, kreatif, aktif, dan inovatif sangat terbatas. Pelatihan pemerintah memang masih kurang sesuai dengan kebutuhan guru. Guru sangat butuh diajar bagaimana memotivasi diri sehingga selalu bergairah bekerja. (*)
Sumber : http://www.hariansumutpos.com
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Dahulu kala ada cerita tentang dua kekasih yang mempunyai percintaan yang tragis. Cerita langkapnya sebagai berikut : Mashor adalah pemuda ...
-
Membaca sekilas adalah suatu tipe membaca dangan cara meliputi atau menjelajah bahan bacaan secara cepat agar dapat memetik ide-ide utama. (...
-
KISI-KISI SOAL KELAS VIII Jenjang Sekolah : SMP Kelas/Semester : VIII/2 Mata Pelajaran : Bahas...
-
KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : SMP/MTs Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester ...
-
DOWNLOAD SILABUS & RPP BAHASA INDONESIA BERKARAKTER RPP Bahasa Indonesia SD berkarakter RPP Bahasa Indonesia SD kelas 4 Semester 1 ...
-
Dahulu kala desa Bincau adalah sebuah pelabuhan persinggahan dari pedagang yang menjual barangnya sehingga desa Bincau saat itu sangat rama...
-
Oleh Esther Kartika Membaca Bahasa Membaca memindai, dalam kurikulum 2004, dapat digolong dalam membaca bahasa. Tujuan yang hendak dicap...
-
oleh : www.mbahbrata-edu.blogspot.com A. MENDENGARKAN Mendengarkan ialah mengarahkan perhatian dengan sengaja kepada suatu suara, atau mena...
-
Desa Bincau tentu tidak asing lagi di telinga Anda. Ini adalah tempat rekreasi, tambak ikan untuk makan bersama keluarga. Tentunya wisata ku...
-
oleh : M. Jazuli Rahman, S.Pd Cerita rakyat “Nisan Berlumur Darah” tidak hanya milik masyarakat Martapura, tetapi sudh menjadi milik masyar...