Selasa, 30 November 2010

Catatan dari OSI 2010 di Surabaya :Ketika Sastra dan Sains disandingkan

Sumber : http://www.analisadaily.com 
oleh : Saripuddin Lubis

Mungkin ini yang pertama even sastra dan sains disandingkan dalam sebuah acara yang bersamaan. Selama ini harus diakui kalau ilmu sains selalu mendapat tempat nomor satu oleh pemerintah, maupun oleh masyarakat kita sendiri.

Sayembara yang paling banyak dilakukan selalu berkaitan dengan dunia hitung menghitung. Apalagi yang berkaitan dengan olimpiade.  Kita masih ingat ketika Sumatera Utara dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan olimpiade sains tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Para peserta dari berbagai provinsi, benar-benar..

Senin, 29 November 2010

Dilema Guru untuk Mengembangkan Sastra di Sekolah Dasar

 oleh :D. Dudu AR
Guru SDN. Perumnas 1 Cisalak Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat Pimpinan Pondok Media (Citizen Journalism Forum)

Tidak salah, jika para kritisi sastra mempertanyakan peranan guru terhadap perkembangan sastra di sekolah. Hal ini dibuktikan, kurangnya kompetensi guru dalam kesusastraan.

Khususnya guru di sekolah dasar, yang memiliki bejubel peranan sebagai : administrator, pengajar semua mata pelajaran, ekstrakurikuler, dlsb. Jangankan memikirkan sastra, banyak hal yang membuat mereka sering tidak fokus mengelola pembelajaran. Oleh sebab itu, sastra di sekolah dasar kurang berkembang.

Sementara, untuk memupuk generasi masa depan yang sadar dan menjadi pelaku sastra di negeri tercinta ini adalah siswa-siswi sekolah dasar. Pada kenyataannya, mereka disuguhi pembelajaran yang kaku; membaca puisi, menulis puisi, mendengarkan prosa, tanpa larung berdiskusi atau mengajak menela’ah secara baik dan benar.

Entri Populer